Wirausaha

February 22, 2010
Ketika Daffa sit-in di SACikeas, Daffa cerita bahwa dia diajak gurunya ke cafe. Disana menurut cerita Daffa ada kakak-kakak yang jualan macam-macam makanan, ada yang 3 rb, 10 rb, dll. Lalu menurut Daffa lagi, dia makan menu seharga 3 rb. Bapak tanya, siapa yang bayarin, karena bapak nggak membekali Daffa dengan uang jajan. Katanya gurunya yang membayar menu tersebut. Sampai kemarin bapak belum tahu apa persisnya yang terjadi, apakah memang ada penjual makanan di lingkungan SACikeas atau gimana.

Sore harinya, bapak sempat mengajak Daffa untuk membuat kalung dari potongan sedotan warna-warni yang dirangkai dengan benang untuk hadiah buat ibu, tapi tidak jadi dibuat.

Esoknya, ketika gantian ibu yang bersama Daffa, mereka bertiga, ibu, Daffa dan Jordan teman Daffa membuat kalung tersebut. Daffa sempat berkata kepada Jordan untuk membuat kalung-kalung tersebut dan mengajak jordan untuk menjualnya ke teman-temannya yang lain di kompleks. Daffa dan Jordan juga membuat kertas selebaran dan menempelkan di dinding depan rumah bertuliskan “Di sini tempat jualan gelang dan kalung, toko daffa dan ibu roza”. Bapak yang pulang kerja ketika melihat dan mendengar cerita ibu tersenyum dibuatnya. Keluar padangnya, pikir bapak 😀

Belakangan, setelah membaca di web tentang prinsip dan kegiatan Sekolah Alam, bapak mulai memahami bahwa sepertinya Daffa mulai meniru apa yang dilihatnya di SA tentang kakak kelasnya yang sedang belajar berwirausaha dengan bimbingan guru-gurunya di SAC sana.

Bapak membayangkan, baru beberapa hari Daffa berinteraksi dengan konsep SA tapi sudah mulai mengerti tentang wirausaha? Bagaimana kalau bertahun-tahun sekolah disana? Semoga dari SA akan lahir wirausahawan-wirausahawan besar dengan pribadi yang kokoh dan pantang menyerah.

Advertisements

Hadiah Ulang Tahun

February 21, 2010
Daffa, 5 thn 3 Bln

“Pak..bapak ulang tahunnya kapan?,” tanya Daffa.
“Kenapa Daffa”?, tanya bapak lagi.

Ternyata Daffa sudah membawa kalender meja tahun 2010. Di Kalender itu sudah terdapat beberapa lingkaran spidol di tanggal-tanggal tertentu yang menunjukkan tanggal-tanggal ulang tahun dari Keluarga Dekat Daffa seperti tanggal ulang tahun Ibu, ulang tahunnya sendiri , ulang tahun sepupunya, dll. Tanggal Lahir bapak sendiri belum di lingkari.

Setelah diberitahu tanggal lahir bapak, Daffa lalu melingkari tanggal tersebut dengan spidol hitam.

“Bapak ingin hadiah apa kalau ulang tahun?”, tanya Daffa lagi.
“Oh Daffa mau memberi hadiah bapak?.
“Iya !!”, jawabnya.
“Bapak inginnya, saat bapak bangun pagi di hari itu, Daffa langsung mencium pipi kiri dan kanan bapak ya”, jawab saya.
“Boleh..”, jawab Daffa, sambil menulis catatan di sudut bawah kalender tersebut.

Sore harinya, saat menjemput Omanya dari Bogor, di mobil Daffa juga bertanya yang sama ke Omanya.
“Oh, Daffa mau memberi hadiah ke Oma?”, tanya Omanya.
“Iya…”, jawab Daffa.
“Apa aja boleh?”, tanya Omanya lagi.
“Iya !!”, jawab Daffa dengan yakinnya.
“Oma maunya mobil Alphard !!”, jawab Oma.
“Yah…jangan yang itu…”.
“Katanya apa aja boleh?”
“Tapi itu kan mahal..”
“Hadiahnya, misalnya baju, sepatu, sandal.”

Kami tersenyum-senyum saat mendengarkan percakapan tersebut. Daffa sendiri telah mencatat dan melingkari tanggal lahirnya di kalender itu. Permintaannya ke bapak sebagai hadiah ulang tahunnya adalah Majalah Kereta Api dengan tema Steam Locomotif. Sudah lama juga bapak mencari majalah tersebut tapi belum ketemu, adanya di LN sih. Udah pesan ke penjual majalah import di Jakarta tapi belum ada stok. Semoga ada teman atau saudara yang ke Amrik buat pesan majalah tersebut disana . Amin 😀

Sit In di Sekolah Alam Cikeas

February 19, 2010
Daffa, 5Thn 3 Bln

Minggu ini, dimulai dari senin, Daffa akan sit in di Sekolah Alam (SA Cikeas). Sebenarnya Sit-in ini menguntungkan bagi semua pihak, bagi Kami dan Daffa, dengan hanya membayar formulir pendaftaran, kami bisa melihat respon Daffa selama sit-in ini apakah dia menikmati pembelajaran disana atau tidak. Dari sisi Sekolah Alam juga dapat melihat apakah sang anak bisa mengikuti sistem pembelajaran yang ada disekolah mereka. Untuk keperluan Sit-In ini, bapak dan ibu cuti bergantian selama seminggu.
Hari Pertama, Bapak bersama Daffa. Dari jam 7 pagi, Daffa sudah mengajak bapak untuk segera berkemas-kemas berangkat, takut terlambat katanya. Jadwal di Sekolah Alam untuk jenjang TK-B adalah masuk jam 7.30 dan pulang jam 12 siang. Sejak ibu berangkat kerja, dan karena mbak Daffa sedang tidak ada, bapak harus menyiapkan minum teh dan sarapan kecil(kue) buat Daffa, mandi pagi dan keperluan lainnya termasuk sesendok sari kurma buat daya tahan tubuh Daffa.

Sesampai di Sekolah Alam, kami laporan dulu ke administrasi sambil menanyakan apakah harus di tunggui atau bisa ditinggal. Keputusannya boleh di tinggal. Sipp..kerjaan kecil menanti di rumah soalnya, ngepel, nyuci, setrika, 😀

Jam 11.30 Bapak sudah siap menjemput di SA Cikeas. Sempat ngobrol dengan seorang supir pribadi yg sedang menunggu anak asuhnya. Ternyata tinggalnya di Tebet. Salah satu anak asuhnya katanya di SA Ciganjur. Wah..ternyata orang tuanya fanatik sekolah alam juga, meski jauh dari Tebet ke Cikeas di jalanin juga.

Nggak lama, anak TK-B dengan berbaris sambil bergandengan tangan keluar. Dari jauh terlihat Daffa dengan rambutnya yg gondrong (nanti cukur ya Daffa) terlihat lelah, rambutnya basah dengan keringat. Di mobil saat ditanya, Daffa terlihat suntuk, mungkin karena belum biasa berpanas ria. Diperjalanan, bapak berusaha menanyakan apa saja kegiatan di sekolah. Setelah agak santai kena AC di mobil, Daffa mulai sedikit bercerita. Salah satu kegiatannya yang sangat berkesan baginya adalah memberi makan kambing :-D. Kata Daffa, saat diberi makan, kambingnya senang karena mereka bernyanyi “mbek…mbek…mbek…” dengan berirama 😀

Hari Kedua, Bapak bersama Daffa. Sama seperti hari pertama, sejak jam 7 pagi Daffa sudah mengingatkan bapak untuk cepat-cepat beberesnya karena takut terlambat. Untuk sarapan, Bapak berencana membeli dahulu pastel Mak-Cik sambil berangkat ke SA Cikeas, tapi Daffa mengatakan tidak perlu, karena ingin bergegas ke sekolah. Berhubung kemarin, makan siangnya nggak di sentuh ya bapak singgah aja ke Mak Cik beli 5 potong pastel.

Jam 11-an bapak sudah siap di SA Cikeas, selain untuk lihat suasana juga ingin menuntaskan bacaan buku “Dalih Pembunuhan Massal” yg sempat dilarang oleh Kejaksaan Agung. Dibawah pepohonan yg rindang, asyik juga menunggu anak selesai sekolah sambil baca buku. Untung nggak ngantuk.

Jam 12, terlihat murid TK-B sudah mulai keluar dengan bergandengan tangan lagi. Kali ini saya lihat bu Guru dan Pak Guru mengawasi dan mendampingi. Saat akan menjemput Daffa, bu guru mengingatkan saya untuk menyiapkan Sepatu Boot, Sarung Tangan, Topi dan Baju Bekas karena besok kegiatannya adalah berkebun. Wuih..Asyik banget. Berarti sore nanti harus berburu keperluan tersebut, meski kata bu guru kalau nggak punya nggak apa-apa. Salah seorang teman baru Daffa mengusulkan, ” Nanti pinjam aja !”.

Dijalan Daffa dengan bersemangat bercerita bahwa hari ini dia melakukan petualangan dengan teman-temannya. Tidak seperti kemarin, Daffa terlihat cerah dan bersemangat, mungkin udah terbiasa atau gimana gitu. Saat ditanya apakah ada pelajaran matematika dan membaca, kata Daffa nggak ada matematika yang ada menulis huruf. Gampang banget kata Daffa. Ini mungkin karena di TK Daffa sekarang, pelajaran didominasi dengan Calistung untuk mempersiapkan anak masuk SD yang menuntut sudah bisa Calistung sedangkan konsep SA sepertinya tidak demikian.

Sore hari kami keliling ke 3 Pusat Perbelanjaan untuk mencari keperluan Daffa besok yang alhamdulillah ketemu juga di tempat ke 3, Sepatu boot merah dan sarung tangan buat anak-anak.
Hari Ketiga, Bapak bersama Daffa. Sejak bagun pagi, Daffa sudah kepikiran ke sekolah alam, katanya. Kok masuk SD-nya harus bulan Juli ya..kan masih lama, katanya. Daffa lalu menghitung bulan dari Februari sampai Juli..wah..masih 4 bulan lagi ya.. :-D. Walah..ini aja masih Sit-In belum tentu diterima Daffa, kata bapak. Bapak lalu mengajak Daffa untuk berdoa agar diberikan sekolah yang terbaik buat Daffa.

Sama seperti kemarin, menu bekal Daffa adalah Pastel Mak Cik (4 buah) plus Teh Manis. Lagi-lagi Daffa minta buru-buru takut terlambat. Kali ini perlengkapannya lengkap buat berkebun seperti yang diminta oleh bu guru kemarin. Belakangan, karena cuaca kurang memungkinkan, kegiatan berkebun di tiadakan, maklum hujan deras menjelang siang di seputaran Cikeas. Wah..sayang sekali, tapi untuk kesehatan anak mungkin lebih baik.

Sit-In dalam beberapa hari ternyata cukup mengesankan buat Daffa maupun teman barunya. Saat hendak pulang, hampir semua teman baru Daffa minta salaman dengan Daffa serta mengucapkan sampai berjumpa kembali, sebagian ikut-ikutan salaman dan berkata sampai bertemu besok lagi :-D. “Bapak..kasihan..”, kata Daffa di Mobil. Saat ditanya kenapa, katanya “karena waktu bapak kecil nggak ada sekolah alam”.

Menurut informasi Pak Guru yang mengajar kelas TK-B, hasil keputusan/pengamatan Sit-In ini akan disampaikan secepatnya oleh mereka dan bila disetujui, maka orang tua anak yang harus siap-siap untuk ikut wawancara dengan direktur SA Cikeas.

Kami orang tuanya hanya berdoa, bila SA Cikeas ini adalah sekolah yang terbaik buat Daffa, mudahkanlah. Bila tidak, mudahkan pula kami mendapatkan yang terbaik tersebut buat Daffa. Amin.

Serba-Serbi

February 10, 2010
Daffa 5 thn 2 bln

Nggak terasa, sudah lama juga blog Daffa nggak terupdate. Padahal banyak hal yang ingin diceritakan tapi kok nggak sempat-sempat ya..Maaf ya Daffa.

Dalam waktu 3 bulan, udah banyak perkembangan yang terjadi, Mbak Daffa resign dan katanya pulang ke Malang, untungnya, selagi menunggu mbak pengganti, ada tante Riri atau Tecu yang menemani Daffa di rumah selagi bapak dan ibu kerja. Terima kasih ya tante Riri dan Tecu.

Bulan-bulan ini juga sibuk berburu SD buat Daffa karena rencananya tahun ini Daffa akan masuk SD. Udah beberapa sekolah yang dikunjungi, pertimbangan pertama dalam memilih sekolah adalah dekat dan terjangkau biayanya. Sudah tentu kami juga meminta pendapat Daffa. tapi namanya anak-anak, pilihannya juga berubah-ubah mengikuti kata hati maupun teman-temannya. Sekolah yang sempat dilihat dan masuk pertimbangan seperti Sekolah Alam Cikeas, Sekolah Islam Shafa-Marwah, Sekolah Islam Al-Fikri dan Sekolah Islam Gen-R. Semoga Allah memberikan petunjuk dan jalan untuk mendapatkan sekolah yang terbaik menurut-Nya buat Daffa.

Bulan Januari lalu, Daffa juga ikut kegiatan Manasik Haji anak TK yang diselenggarakan di Pondok Gede. Sepertinya itu merupakan kegiatan rutin dari Depdiknas karena pesertanya hampir seluruh TK di wilayah Jakarta Timur/Bekasi dan kab.Bogor. Seru juga melihat antusiasme anak-anak dan orang tua yg mengantar kegiatan tersebut. Mungkin seperti mengantar calon jamaah haji sebenarnya.

Minggu berikutnya Daffa juga dipilih oleh sekolahnya bersama beberapa temannya untuk ikut meramaikan Open House di Sekolah Generasi Rabbani (Gen-R) di Komp.Bumi Mutiara dengan ikut serta lomba membaca ayat pendek dan lomba matematika. Lomba membaca ayat pendek sepertinya untuk melatih anak-anak untuk berani tampil kedepan. Saat melihat Daffa di lomba matematika rasanya gimana..ada rasa kasihan..anak-anak TK-B, duduk di bangku sekolah SD, sendirian menghitung menggunakan kedua belah tangan, seperti kakak-kakaknya yang sedang mid-semester di kampus.

Minggu depan, rencananya Daffa akan ikut sit-in di Sekolah Alam Cikeas untuk melihat apakah sekolah tersebut cocok buatnya atau harus memilih sekolah lain lagi. Sekali lagi, semoga Allah memberi yang terbaik buat Daffa. Amin.

Selamat Ulang Tahun Muh.Daffa Tristan

November 9, 2009
Daffa 5 Thn

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT, hari minggu kemarin, Daffa tepat berulang tahun yang ke 5.

Semoga dengan pertambahan umur ini dan juga bersama doa kami setiap saat, Daffa bisa menjadi anak yang sholeh, anak yang berbudi luhur, sehat jasmani dan rohani serta senantiasa diberi rahmat , hidayat dan perlindungan oleh Allah sepanjang hidupnya. Amin.

Belajar Matematika sambil Bercerita

October 22, 2009
Daffa 4 thn 11 bln

Sebagai orang tua yang bekerja formal senin s.d jum’at, waktu-waktu untuk bersama anak tentu sangat terbatas dan kalau kami hitung, setiap hari kerja, waktu kami bermain bersama Daffa hanya sekitar 2 s/d 3 jam saja yakni maksimal 1/2 jam dipagi hari dan sekitar 2 jam di malam hari. Karenanya kualitasnya kami usahakan sebaik mungkin. Dan waktu-waktu berkualitas itu kami usahakan di malam hari sepulang kerja -sudah tentu diluar hari libur-.

Malam itu, setelah bapak mandi dan makan malam, kami bercengkrama di tempat tidur sambil bermain. Kali ini bapak mengajak daffa bermain matematika lewat cerita. Caranya adalah dengan menceritakan kisah yang disukai Daffa dengan diselipkan pertanyaan hitungan di dalamnya.

Cerita yang digemarinya adalah kisah petualangan seperti kisah Prince Of Persia ataupun Sinbad si Pelaut. Begini kisah dan permainannya :

Suatu hari, Prince Of Persia mendapat tugas kembali dari Raja untuk mencari 10 domba emas yang akan dipersembahkan sebagai hadiah bagi Putri Yasmin. Di Istana sudah ada 20 domba emas dan agar jumlahnya menjadi 30, maka Prince Of Persia harus mencari lagi 10 sisanya.

Prince Of Persia mendapat informasi bahwa domba emas itu ada di negeri awan tapi di jaga oleh raksasa bermata satu. Menggunakan bantuan karpet ajaib dan jin angin, Prince Of Persia pergi ke negeri awan. Disana, sang raksasa penjaga di buat tertidur oleh angin sepoi-sepoi yang dibuat oleh jin angin.

Prince Of Persia berhasil membawa 10 domba emas itu. Tapi, baru 6 domba yang naik ke karpet terbang, sang raksasa terbangun. Akibatnya tidak semua domba bisa dibawa. Berapakah domba yang tersisa ?

Daffa mulai menghitung dengan bantuan tangannya dan pikirannya. “4 !!!”, jawab Daffa.

“Bagus”, jawab bapak. “Gimana hitungnya Daffa?”, taya bapak.
Ternyata Daffa menghitungnya dengan cara mengingat 10 domba di kepala(pikiran) lalu mengurangi dengan menghitung mundur 9, 8, 7, 6. Cara yang sama juga digunakan ketika kisahnya tentang penjumlahan seperti 12 tambah 5 misalnya dimana 12 dikepala dan dilanjutkan dengan menghitung maju 13,14,15,16,17 menggunakan tangannya.

Cerita dilanjutkan sampai kira-kira bapak,ibu atau Daffa yang mengantuk sehingga cerita dihentikan. Kalau kami masih segar, cerita bisa sampai lama dengan penambahan dan pengurangan berganti-ganti diselipkan di dalam cerita.

Cerita biasanya diakhiri dengan kalimat ” Akhirnya si …… berhasil melaksanakan tugasnya”, atau ” Akhirnya mereka bahagia selamanya”. Wah..standard sekali 😀

Mari Berasuransi

September 9, 2009

Daffa 4 Thn 10 Bln

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Ra’jiun. Hari ini rabu 9-9-9, saya pergi melayat ke rekan kantor yang meninggal dunia. Kami biasa memanggil beliau Pak Muji ataupun panggilan “kesayangan” syech Muji karena beliau telah menikah dua kali. Beliau meninggal setelah menjalani perawatan selama hampir sebulan. Perawatan itu dilakukan sebagian di rumah sakit dan sebagian di rumah karena keterbatasan biaya dan limit asuransi dari kantor telah overlimit. Maklum, beliau “hanya” seorang penjaga gudang.

Beliau dirawat cukup lama karena kecelakaan saat mengendarai sepeda bermotor. Akibat kecelakaan itu, beliau sempat koma selama seminggu dan sempat pula dilakukan tindakan operasi selama 2 kali.

Beliau meninggalkan 2 orang anak, satu dari istri pertama yang akhirnya yatim piatu karena ibunya lebih dulu telah meninggalkannya, dan satu lagi dari istri keduanya.

Dari kejadian itu, saya menyadari kembali arti pentingnya asuransi seperti asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa untuk mengantisipasi hilangnya penghasilan dari pencari nafkah utama terhadap keluarga yang ditinggalkan. Bagi keluarga yang ditinggalkan, biaya hidup selanjutnya maupun biaya pendidikan anak dapat sedikit terbantu dengan Uang Pertanggungan yang keluar saat pencari nafkah utama meninggalkan mereka.

Alhamdulillah, saya sejak lama telah menyadari tentang pentingnya asuransi ini. Sampai saat ini, alhamdulillah saya telah memiliki beberapa jenis asuransi dan investasi seperti asuransi jiwa, kesehatan dan juga investasi untuk biaya pendidikan Daffa maupun masa pensiun. Meski tidak besar, tapi saya menganggap, kesadaran akan pentingnya berasuransi dan berinvestasi berapapun besarnya adalah salah satu bukti cinta kasih saya kepada keluarga dan juga merupakan pelaksanaan perintah Tuhan untuk selalu mempersiapkan masa depan baik di dunia maupun di akhirat.

Karenanya, saya menghimbau kepada pembaca blog ini yang sudah memiliki tanggungan untuk setidaknya memiliki asuransi jiwa. Lebih baik lagi bila dilengkapi dengan asuransi kesehatan dan investasi. Itu merupakan salah satu bukti kasih sayang kita kepada keluarga.

Yuk Kita Cari Jawabannya

July 23, 2009
Daffa 4 Thn 8 Bln
Sudah beberapa kali Daffa menanyakan beberapa pertanyaan yang cukup “sulit” bagi kami. Seperti malam itu, kami menonton berita tentang “penangkapan” beberapa anak SD yang sedang “berjudi” di sekitar Bandara Sukarno Hatta (http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=128527 ).

Daffa lalu bertanya,” Judi itu apa ?”. Kami sempat bingung menjawabnya. Akhirnya kami memberikan jawaban sementara bahwa judi merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan yang melakukannya adalah dosa sehingga tidak disukai oleh Allah. Daffa lalu bertanya lagi,” Kenapa dilarang ?”. Kami masih bingung lagi dalam menjawabnya.

Bagi kami, terkadang sesuatu itu sudah diketahui maksudnya tapi sulit untuk menjelaskan definisinya, sehingga, begitu Daffa menanyakan hal-hal yang terasa “sulit” untuk menjelaskan definisinya, maka cara yang paling mudah adalah dengan memberikan contohnya.

Beberapa orang tua, dalam menghadapi hal seperti itu ada yang menjawab sekenanya dan ada pula yang menyediakan sarana untuk menjawab ataupun menjelasakannya seperti dengan mengajak anak melihat kamus bahasa, melihat eksiklopedia ataupun dengan browsing di komputer/Internet.

Pernah juga Daffa menanyakan tentang kenapa Nabi Adam dibuat dari tanah dan bukan dari yang lain. Bila pertanyaan itu dijawab, maka siap-siaplah untuk mendapatkan pertanyaan lanjutan.

Saya pikir, hal seperti itu juga dialami oleh orang tua lainnya, sehingga para orang tua juga di tuntut untuk terus belajar. Dan kewajiban orang tua untuk mencoba menjawabnya meski dengan ucapan ” bapak/ibu belum tau” ataupun ” yuk kita cari sama-sama jawabannya”.

Negosiasi

July 1, 2009

Daffa 4 thn 7 bln

Minggu ini merupakan awal dari libur sekolah. Teman-teman Daffa yang sebelumnya kalau pagi atau siang tidak berada di rumah sekarang ramai bermain di sekitar rumah maupun di taman cluster. Daffa akhirnya juga turut bermain , padahal biasanya dia hanya bermain komputer ataupun beraktifitas yang lain dengan Mbak Nana di rumah.

Akibatnya, jam bermain komputernya biasanya terlewatkan karena asyik bermain dengan teman-temannya tersebut. Ketika dia ingat dan ingin bermain, ternyata sudah diluar jam bermain komputernya.

Semalam, ketika bapak pulang kerja, Daffa mencoba bernegosiasi dengan bapak untuk mengatur kembali jam bermain komputernya tersebut.

Daffa : “Pak, boleh nggak jam bermain komputer Daffa ditambah?”

Bapak : “Kenapa begitu?”

Daffa : “Daffa tadi pagi bermain dengan Kak Chika dan Kak Febri, trus jam 5 sore Daffa bermain ke taman, trus Daffa bermain komputer. Sekarang ( jam 19.30) Daffa pingin main lagi.

Sebagai informasi, jam bermain komputer Daffa adalah jam 9-11, jam 14-15 dan jam 17-19. Bapak memberi kesempatan sehari 3 kali buat Daffa bermain komputer karena biasanya waktu-waktu tersebut tidak full digunakan sehingga ketika Daffa lupa/tidak sempat bermain di pagi hari, maka siang ataupun sore hari masih ada kesempatan. Kali ini mungkin Daffa hanya sempat bermain sekali itupun sebentar sehingga dia merasa kekurangan waktu.

Bapak : ” Daffa…, kan bapak sudah memberi waktu bermain komputer Daffa 3 kali sehari, malam ini waktu bermain komputer Daffa sudah habis. Sekarang sudah malam dan besok kan Daffa bisa bermain komputer lagi.

Daffa : “Bagaimana kalau waktu bermain Daffa diganti?”

Bapak : “Memang Daffa maunya jam berapa..?”

Akhirnya Bapak dan Daffa bernegosiasi untuk mencari waktu bermain komputer yang pas bagi Daffa dan juga tidak berlebihan menurut bapak. Kami berdua harus “berdebat” mengeluarkan segala jurus argumentasi untuk meng-gol-kan misi kami ( walahhh…berlebihan sekali 😀 ).

Sayangnya, sampai saat terakhir, kami belum mendapatkan keputusan yang baik dan benar yang memuaskan kedua belah pihak 😀 . Diskusi kami lanjutkan di kamar dengan topik lain sekaligus membuat suasana menjelang tidur.

Hari ini, bapak meminta ibu dan mbak Nana melihat aktifitas keseharian Daffa untuk memilihkan waktu bermain yang paling pas baginya.

Daffa Bingung

June 18, 2009

Daffa 4 Thn 7 Bln

Beberapa hari yang lalu, Daffa mendapat undangan untuk menghadiri ulang tahun tetangga yang berumur 1 thn. Ulang tahun tersebut akan diadakan pada hari kamis nanti (18 Juni 2009). 

Dalam rangka ulang tahun anak tetangga itulah, bapak dan ibu lalu membeli mainan edukatif berupa kereta kayu. Begitu kami lihat lagi, sepertinya kereta kayu tersebut cukup menarik, khususnya bagi Daffa fikir kami. Kami khawatir kalau dia melihatnya, dia akan meminta mainan kereta kayu tersebut. Akhirnya kami membeli mainan lain buat hadiah ulang tahun, sedang kereta kayu sebelumnya akan kami berikan kepada Daffa.

Sesampai di rumah, ternyata Daffa menginginkan kedua mainan tersebut. Kami lalu meminta kepada Daffa untuk memilih satu dari dua mainan tersebut. Kami lalu menjelaskan bahwa mainan tersebut sebenarnya untuk usia anak yang lebih kecil dari Daffa, tapi supaya adil, kami membelikan juga buat Daffa mainan kereta api.

Daffa sampai berkata,” Pak…Daffa bingung “. Untuk memilih salah satu mainan tersebut sangat berat bagi Daffa. Kami sampai harus menunjukkan label dimainan tersebut yang tertulis “1 1/2 ” untuk menunjukkan bahwa mainan tersebut untuk anak berumur satu setengah tahun. 

Alhamdulillah, menjelang tidur, Daffa mau mengalah dengan memilih mainan kereta api kayu sehingga kado ulang tahun bisa kami bungkus. Daffa juga semangat membantu kami membungkus mainan tersebut untuk teman barunya.